Rainbow after the Rain

Gak Menarik

Posted by: fajarandika on: Juni 28, 2008

Seorang anak terlahir dari sebuah keluarga yang biasa-biasa saja di suatu pagi sebelum matahari sempat menyapa. Ia terlahir ke dunia yang fana ini tanpa membawa sehelai benang pun..Berkulit hitam yang terlihat ungu karena bercampur darah, tidak membuat orang tuanya meletakkan secuilpun rasa kecewa.. Bagaimanapun ia adalah anugrah terbesar yang tak boleh di sia-siakan. Azan pun di kumandangkan di telinga kecil nya oleh sang Ayah..berharap semoga kelak ia menjadi pribadi yang sholeh dan selalu bersyukur pada sang Penciptanya.

“Sakit yang dirasakan sang ibu terbawa oleh angin kebahagiaan yang di bawa oleh sang bayi…hmm anak ku, anak tercinta..buah cinta ku..jadilah anak yang pemberani, pintar dan berhasil kelak..”

Entah apa yang terjadi..si anak tumbuh menjadi seorang pengecut, cengeng, dan pemalas. Hal ini hanya ia yang menyadari nya namun lagi terlalu malas untuk melawannya..sementara orang tuanya tidak pernah mengetahui keburukan anaknya, tertutupi oleh sebuah topeng batu yang menutup rapat pribadi kelam sang anak.

Ia merasa sendiri dalam ketakutannya, Tolong..Tolong..Selamatkan aku dari rasa malas ini. Aku tak mampu melepaskannya, seperti lintah ia hisap habis semua yang ada pada diriku. Tolong..Tolong..Selamatkan aku. Namun lagi-lagi tidak ada yang bisa mendengarnya. Semuanya hanya sunyi yang pekat..

Suatu malam ia bermimpi..mimpi yang sama yang selalu menghantuinya setiap malam..ia terjebak dalam lumpur hisap yang tak berujung..menggapai..menggapai..menggapai..namun tak kunjung sampai..biasanya seperti itu. Tapi aneh.. ia merasa berbeda oleh mimpi kali ini. Hitam itu semakin pekat..tak Sanggup bernafas..tapi detik berikut nya ia merasa lega..pekat itu hilang..Hitam itu sirna

“Ha…3x” Ia tertawa..akhirnya aku bebas..aku lepas…Ha..3x. Namun ia merasa heran dengan sesosok makhluk di hadapannya..Siapa kau teriaknya..Makhluk itu tak menjawab..Ia bertanya lagi…Tolong jawab aku..Siapa Kau..? makhluk ini kembali diam dalam sepi.. Si pengecut malas nan cengeng ini semakin takut air terjun tumpah dari celananya.. Tiba2 makhluk itu bergerak dan dengan satu sentakan diambilnya cambuk api yang berwarna merah dan menyala2 dari pinggangnya..Di pukulkannya ke tubuh lemah si cengeng itu.. Seketika itu pula tubuh itu terbenam tanpa ampun.. terkubur…

Dan.. Seketika itu pula Pekat..Sesak yang sangat akrab dengan hidup nya kembali menyergap..Kini ia merasa Dingin..

“METRO LINE”-Sesosok tubuh pria ditemukan di sebuah rumah kontrakan terbujur kaku. Dari cara kematiannya di duga ia keracunan..

2 Tanggapan ke "Gak Menarik"

hahahha….
si fajar tu ya….?
mengenaskan!!!
bakat yang bagus…
diasah…diasah

imajinasi yg oke punya

Tinggalkan Balasan

 

Juni 2008
S S R K J S M
    Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Halaman

Pengarang